RI Hanya Ekspor Beras Premium 85.000 Ton

RI Hanya Ekspor Beras Premium 85.000 Ton

- detikFinance
Jumat, 08 Mei 2009 11:45 WIB
RI Hanya Ekspor Beras Premium 85.000 Ton
Jakarta - Pemerintah memastikan jumlah ekspor beras premium (pecahan dibawah 5%) hanya sebanyak 85.000 ton atau sedikit lebih rendah dari jumlah maksimal yang dibatasi sebesar 100.000 ton. Rencananya, Departemen Perdagangan (Depdag) sudah mengeluarkan izin ekspor tersebut pekan depan.

Demikian disampaikan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Kelautan dan Pertanian Bayu Krisnamurthi saat ditemui di Balai Kartini, Jumat (8/5/2009).

"Totalnya ada 15 perusahaan dengan total 85.000 ton, semuanya bisa dilakukan sebelum akhir  Juni," kata Bayu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayu menjelaskan saat ini ada 8 perusahaan sudah mendapat rekomendasi dari Departemen Pertanian (Deptan) dengan jumlah  53.000 ton yang izin ekspornya akan keluar pekan depan.

Sedangkan  2 perusahaan baru  akan keluar rekomendasinya dengan jumlah 18.000 ton dan ada 5  perusahaan yang sudah sampai tahap verifikasi akhir di Deptan sebanyak 14.000 ton.

"Minggu depan sudah bisa keluar izinnya dari Depdag (8 perusahaan)," jelasnya.

Perusahaan-perusahaan itu harus mencantumkan logo Made In Indonesia sebagai persyaratan ekspor. Sedangkan untuk jenis berasnya mencakup beras super dan premium termasuk aromatik.

Perkiraan harga beras ekspor tersebut berada dalam rentang Rp 20.000 sampai Rp 30.000 per kg,  yang akan diekspor ke Jepang, Korea, Malaysia, Hong Kong dan Timur Tengah.

"Kita coba dengan batas alokasi ekspor 100.000 ton, jadi  nggak usah habis 100.000 ton," imbuhnya.

Diakuinya saat ini dari negara-negara tujuan ekspor beras premium asal Indonesia masih mempertanyakan kontinuitas pasokan ekspor beras. Sedangkan dari sisi pemerintah belum bisa memastikan kontinyuitas tersebut terutama dari sisi kebijakan.

"Yang menjadi kendala adalah masalah buyer yang minta kontinuitas, adalah by policy kita belum bisa," kilahnya.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads