Demikian disampaikan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Kelautan dan Pertanian Bayu Krisnamurthi saat ditemui di Balai Kartini, Jumat (8/5/2009).
"Totalnya ada 15 perusahaan dengan total 85.000 ton, semuanya bisa dilakukan sebelum akhir Juni," kata Bayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan 2 perusahaan baru akan keluar rekomendasinya dengan jumlah 18.000 ton dan ada 5 perusahaan yang sudah sampai tahap verifikasi akhir di Deptan sebanyak 14.000 ton.
"Minggu depan sudah bisa keluar izinnya dari Depdag (8 perusahaan)," jelasnya.
Perusahaan-perusahaan itu harus mencantumkan logo Made In Indonesia sebagai persyaratan ekspor. Sedangkan untuk jenis berasnya mencakup beras super dan premium termasuk aromatik.
Perkiraan harga beras ekspor tersebut berada dalam rentang Rp 20.000 sampai Rp 30.000 per kg, yang akan diekspor ke Jepang, Korea, Malaysia, Hong Kong dan Timur Tengah.
"Kita coba dengan batas alokasi ekspor 100.000 ton, jadi nggak usah habis 100.000 ton," imbuhnya.
Diakuinya saat ini dari negara-negara tujuan ekspor beras premium asal Indonesia masih mempertanyakan kontinuitas pasokan ekspor beras. Sedangkan dari sisi pemerintah belum bisa memastikan kontinyuitas tersebut terutama dari sisi kebijakan.
"Yang menjadi kendala adalah masalah buyer yang minta kontinuitas, adalah by policy kita belum bisa," kilahnya.
(hen/qom)











































