RI Surplus Beras, SBY Tetap Khawatir

RI Surplus Beras, SBY Tetap Khawatir

- detikFinance
Jumat, 08 Mei 2009 12:18 WIB
RI Surplus Beras, SBY Tetap Khawatir
Jakarta - Meski produksi beras nasional pada 2008 mencapai surplus, bukan berarti upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan sudah tuntas. Bila sampai terjadi salah kelola, dampaknya bisa mendunia.

Demikian pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika membuka lokakarya dan pameran Bulogvaganza, Jumat (8/5/2009). Acara memperingati HUT ke-42 Bulog ini berlangsung di Balai Kartini, Jakarta.

"Saya khawatir kalau tidak pandai kita mengelolanya, akan memberi dampak pada ketahanan pangan sedunia," ujar SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat krisis ekonomi global, banyak negara berkembang mengalami krisis pangan dan energi. Belum lagi dampak dari perubahan iklim yang telah merubah siklus cuaca dan mengacaukan pola tanam.

Padahal jumlah penduduk dunia terus bertambah. Otomatis permintaan terhadap komoditas pangan dan energi terus berlambang dari tahun ke tahun.

"Diperlukan suatu grand structure, peradaban pada tingkat dunia di abad ke 21 ini bagaimana agar 6,6 miliar manusia yang masih akan bertambah bisa menggunakan sumber-sumber  pangan, energi dan air," sambung SBY.

(lh/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads