Pihak kedutaan besar Australia sudah mendatangi Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan lobi mengenai pembukaan kembali rute tersebut, Jumat (8/5/2009).
Menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, pihaknya menanggapi permintaan Duta Besar Australia tersebut dengan menyampaikan alasan penutupan jalur tersebut beserta kendala-kendalanya selama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim yang akan dibentuk tersebut isinya antara lain terdiri dari perwakilan pejabat dari BUMN aviasi itu juga perwakilan dari pihak Australia.
"Mereka menawarkan apa yang mereka bisa lakukan. Bagi kita kan load factor yang penting, ngapain kita terbang terus-terusan kalau rugi," ungkapnya.
Menurutnya, Garuda sendiri menginginkan bisa terbang ke Darwin. Namun dengan load factor yang begitu rendah dan perseroan juga kekurangan pesawat maka jalur tersebut terpaksa ditutup.
"Karena itu perlu ada tim teknis antara Garuda dan pihak pemerintah Australia Utara untuk melihat berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan," imbuhnya.
(ang/ir)










































