Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Tabung Baja (Asitab) Tjiptadi saat dihubungi detikFinance, Minggu (10/5/2009).
"Utilisasi produksi kita itu terpangkas sekitar 30%, bahkan ada sebagian pabrik ada yang sudah merumahkan karyawannya. Besok kita akan rapat dengan Pertamina," ucapnya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang sudah terkirim itu 11 juta, memang jumlah PO-nya 16 juta tabung," jelasnya.
Ia juga menyesalkan pernyataan Pertamina yang menyangkal tidak terjadi masalah dengan penampungan pergudangan Pertamina. Padahal masalah ini sudah berlarut-larut selama bulan-bulan lalu.
"Kalau kementerian BUMN sudah mendesak agar ada penambahan gudang, tapi belum realisasi," jelas Tjiptadi.
Dikatakannya saat ini semua pabrik tabung 3 Kg memiliki stok yang berlimpah, dampaknya banyak anggotanya yang mengerem produksi, bahkan sama sekali berhenti berproduksi, sehingga beberapa karyawannya telah dirumahkan.
"Dari 35 produsen itu ada setengahnya yang sudah berhenti, ada juga yang slow down saja," ucapnya.
Dengan kondisi seperti, ini ia mengaku para produsen telah kehilangan 60 hari kerja. Padahal tahun 2009 ini produsen tabung berencana mampu memproduksi tabung 3 kg hingga 46 juta sehingga ancaman tidak mencapai target produksi semakin besar.
(hen/dro)











































