Pada perdagangan Jumat (8/5/2009), kontrak utama minyak jenis light pengiriman Juni ditutup naik 1,92 dolar menjadi US$ 58,63 per barel. Kontrak sempat mencapai harga tertinggi intraday di US$ 58,69 per barel. Secara total, sepanjang pekan lalu harga minyak sudah melonjak hingga 10% dan mencapai titik tertinggi sejak pertengahan November 2008.
Sementara minyak Brent pengiriman Juni juga naik 1,67 dolar menjadi US$ 58,14 per barel setelah sempat menyentuh US$ 58,30 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kontrak harga minyak tinggi karena orang-orang mulai berpikir langit tak lagi jatuh. Dari pertengahan minggu, kita sudah melihat data-data yang positif soal PHK di sektor swasta," jelas Mark Waggoner, presiden Excel Futures seperti dikutip dari Reuters, Senin (11/5/2009).
Kenaikan harga minyak juga terjadi seiring semakin pulihnya pasar finansial. Seperti diketahui, bursa-bursa dunia sudah semakin membaik, apalagi setelah keluarnya stress test yang menunjukkan kondisi perbankan AS tak seburuk bayangan.
Meski demikian, harga minyak masih jauh dari rekor tertingginya US$ 147 per barel yang dicapai pada Juli 2008 lalu. Sejak tercapai rekor tertinggi tersebut, harga memang terus surut dan sempat mencapai level US$ 40 per barel pada awal 2009. Namun sejak tanda-tanda resesi di AS mulai pudar, harga kembali merayap.
"Harga minyak telah melonjak sepanjang pekan ini karena informasi yang mengindikasikan bahwa krisis ekonomi telah mencapai palung dan pemulihan kemungkinan berada di semakin dekat," jelas analis dari JPC Energy.
Lonjakan harga minyak sejak sebulan terakhir juga membuat harga Indonesia Crude Price atau harga minyak mentah Indonesia ikut naik. ICP April 2009 tercatat US$ 50,62 per barel, atau sudah di atas harga patokan dalam APBN 2009 yang sebesar US$ 45 per barel.
Ini artinya pemerintah sudah kembali memberikan subsidi untuk harga BBM bersubdisi yang dijualnya. Namun menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sebelumnya menyatakan, subsidi itu tidak akan terlalu membebani negara mengingat pada bulan-bulan sebelumnya pemerintah sudah mencapatkan surplus dari penjualan harga BBM plus jatah subsidi BBM yang jika ditotal mencapai sekitar Rp 45 triliun.
(qom/qom)











































