Kembangkan Vaksin, Bio Farma Datangkan Virus Flu Babi

Kembangkan Vaksin, Bio Farma Datangkan Virus Flu Babi

- detikFinance
Senin, 11 Mei 2009 12:50 WIB
Kembangkan Vaksin, Bio Farma Datangkan Virus Flu Babi
Jakarta - PT Bio Farma siap mengembangkan vaksin flu babi meski belum mendapat penugasan dari pemerintah. BUMN farmasi ini sudah mendatangkan virus flu babi untuk diteliti dan vaksinya siap beredar dalam 5-6 bulan.

Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Bio Farma Isa Mansyur di kantor cabang Bio Farma di Gedung Arthaloka, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (11/5/2009).

"Kita sedang coba kembangkan vaksin flu babi, karena sebenarnya mirip dengan vaksin flu burung hanya tinggal ganti bibit (virus yang sudah dinonaktifkan) nya," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk berjaga-jaga jika suatu saat pemerintah memberi tugas untuk membuat vaksin flu babi, maka perseroan tidak perlu
mengembangkan lagi dan bisa langsung memproduksi.

Dalam mengembangkan virus flu babi, langkah pertama yang akan dilakukan perusahaan plat merah tersebut adalah mengembangkan sebuah teknologi bernama seasonal flu (flu musiman).

"Dengan teknologi itu jadi lebih mudahkan kita mengganti bibit dalam tiap virus yang berbeda," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan beberapa universitas untuk pengembangan teknologi seasonal flu. Universitas tersebut antara lain Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga dan Universitas Indonesia.

BUMN farmasi itu sudah mendatangkan virus flu babi dari National Institute Biological Standard and Control (nibsc) Inggris yang mendapat standar World Health Organization (WHO).

Menurutnya, dalam keadaan darurat perusahaan plat merah itu bisa mengedarkan vaksin flu babi dalam jangka waktu 5-6 bulan lagi.

"Produksi sekitar 3 bulan dan distribusi ke pasar 2 bulan. Jadi sudah bisa tersebar dalam 5-6 bulan. Itu kalau diminta pemerintah kami siap," ungkapnya.

Ia mengharapkan, dengan pengembangan vaksin sedari dini tersebut bisa mencegah terjadinya pandemi di dalam negeri.

Sebelumnya, pemerintah sudah menyiapkan dana sebesar Rp 700 miliar untuk pengembangan vaksin flu burung.

(ang/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads