Redam Harga Migor, Bea Keluar CPO Disiapkan

Redam Harga Migor, Bea Keluar CPO Disiapkan

- detikFinance
Senin, 11 Mei 2009 17:41 WIB
Redam Harga Migor, Bea Keluar CPO Disiapkan
Jakarta - Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan pengenaan bea keluar terhadap ekspor produk crude palm oil (CPO). Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan dengan adanya pengenaan bea keluar maka diharapkan harga minyak goreng di dalam negeri bisa lebih stabil.

"Dengan sendirinya bea keluar dengan harga diatas US$ 700 per ton akan berlaku dan bea keluar merupakan instrumen untuk menstabilkan harga," kata Mari saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian di Lapangan Banteng, Senin (11/5/2009).
 
Dengan adanya penetapan bea keluar untuk CPO maka laju ekspor CPO dengan sendirinya akan berkurang, sehingga stok CPO di dalam negeri tercukupi yang diharapkan bisa menekan lonjakan produk turunan CPO yaitu minyak goreng.
 
Saat ini, harga minyak goreng curah di dalam negeri sempat menembus Rp 9.500 sampai Rp 10.000 per kilo. Hal ini sudah terjadi beberapa bulan lalu semenjak harga CPO terus merangkak naik.
 
Sebelumnya Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa pemerintah belum akan menaikkan tarif bea keluar untuk produk CPO pada bulan Mei 2009, karena masih rendahnya rata-rata harga CPO bulan April. Sebab sepanjang bulan April harga patokan ekspor masih berada di bawah US$ 700 per ton.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai bea keluar untuk CPO, tarif bea keluar akan dikenakan jika harga rata-rata per bulan di atas US$ 700 per ton.

(hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads