"Sepeda motor, sudah disedikan jalan khusus. Untuk Suramadu. Memang masalah utama kecepatan angin. Untuk keselamatan tidak melibihi 11 meter per detik. Motor tidak maslah," kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal saat di temui usai rakor di kantor Menko di Lapangan Banteng, Senin (11/5/2009).
Meski motor dibolehkan melintas, rencananya pengoperasian Ferry akan tetap dibuka, namun ia memastikan akan terjadi penurunan permintaan. Sehingga pihaknya jika terjadi penurunan drastis maka akan ada pengalihan angkutan Ferry ke jalur lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa dilewati sepeda motor, tarifnya sepertiga lebih murah. Kalau mobil belum putus, nanti ada restirbusi daerah, Surabaya dan Madura," jelas Soekarwo.
Dijelaskannya jika tarifnya lebih rendah sepertiga dari Ferry maka diperkirakan tarif kendaraan motor hanya mencapai Rp 2.000 sampai Rp 2.500 per motor.
Untuk mengamankan pengendara motor, nantinya sepanjang lintasan sepeda motor akan dibuatkan penghalang (barrier) angin agar memastikan hembusan angin tidak terlalu kencang.
Investor Siap Lirik Jatim
Dengan beroperasinya Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) para investor dipastikan akan semakin melirik kawasan Jawa Timur sebagai lahan investasi. Terlebih lagi setelah setelah pulihnya tol Porong Surabaya yang selama ini terganggu semburun Lumpur Lapindo.
Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan kawasan wilayah Jawa Timur sangat berpotensi dalam pengembangan investasi sektor agro termasuk sektor industri dan lain-lain.
Bahkan lebih jauh lagi, lanjut Karwo, tanda-tanda berminatnya investor asing sudah mulai berdatangan dengan ia banyak menerima delegasi berbagai duta besar asing yang akan membicarakan investasi.
"Yang datang itu ada dari duta besar Jepang, duta besar China, India, Belgia, mereka mau investasi, asal tol Porong selesai," jelasnya.
Selain itu, Karwo menambahkan saat ini pihaknya juga aktif mengundang berbagai calon investor untuk menanamkan modalnya di Jawa Timur termasuk Madura.
Sementara itu Menteri Perindustrian Fahmi Idris, setali tiga uang dengan Soekarwo, mengatakan bahwa dengan adanya Jembatan Suramadu maka geliat ekonomi di wilayah Jawa Timur khususnya Madura.
"Akan mengembangkan industri di Madura dan Surabaya, di Madura, di sektor-sektor yang bervariasi ada perkapalan tapi kebanyakan IKM," ucap Fahmi.
(hen/lih)











































