Hal tersebut disampaikan plt Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani saat di temui di kantornya, Senin (11/5/2009).
"Seperti kita sebutkan Januari, Februari, Maret harga minyak sangat rendah, di bawah US$ 40 sekarang sudah meningkat diatas US$ 50 per barel," jelas Sri Mulyani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara harga minyak mentah dunia kini kembali naik, sehingga harga minyak Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) yang menjadi patokan asumsi APBN pun ikut naik.
Ia mengatakan jika perubahan harga minyak yang terjadi saat ini terus berlanjut maka
pemerintah akan mengantisipasinya dengan mempertimbangkan perubahan-perubahan asumsi yang baru.
"Tinggal kita lihat nanti kombinasinya sampai Juni, untuk semester satu karena harga
minyak bergerak dibawah dan diatas harga asumsi dua-duanya bisa canceling. Jadi dari
faktor kurs berpengaruh," ujarnya.
Ia juga menegaskan asumsi APBN tidak bisa diubah setiap hari, bahkan revisi perbulan
juga tidak memungkinkan, estimasi APBN dilakukan dengan hitungan tahun.
"Sekarang kan APBN tidak bisa kita ubah secara harian. Jadi memanage-nya harus
berdasar estimasi selama satu tahun," jelas Sri Mulyani.
(hen/qom)











































