Demikian dikatakan oleh praktisi pajak yang juga Ketua Lembaga Bantuan Hukum Pajak Indonesia (LBHPI) Tubagus Eddy Mangkuprawira ketika dihubungi detikFinance, Selasa (12/5/2009).
"Kalau bisa calon Dirjen Pajak baru ini harus punya political will mengangani masalah pajak, melakukan pembaruan dan berani meneggakkan hukum. Apalagi kalau mereka mengerti teknis pajak itu lebih baik," kata Eddy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia melihat upaya Darmin melakukan terobosan seperti membuat kantor khusus untuk pembayar pajak besar, KPP Madya, cukup bermanfaat untuk menarik pajak dari orang kaya yang saat ini masih minim. Meski begitu untuk masalah perluasan basis wajib pajak, Eddy menilai masih menjadi PR (pekerjaan rumah) dari Darmin.
Mengenai dua calon yang kabarnya akan diusulkan yakni Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu, Eddy menilainya itu tergantung dari penunjukkan oleh Menteri Keuangan.
"Tapi menurut saya akan lebih kalau mereka mengerti pajak dan berani menegakkan hukum," katanya.
Sementara Anggota DPR Dradjad Wibowo ketika dihubungi detikFinnance menilai pengganti Darmin sebaiknya dari internal ditjen pajak.
"Saya melihat banyak dari internal Ditjen Pajak yang mampu menggantikan Darmin ketimbang nama-nama yang bermunculan," katanya.
Darmin akan menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2009-2014 mengganntikan Miranda Goeltom yang habis masa jabatannya pada 24 Juni 2009.
Darmin menjabat Dirjen Pajak sejak 21 April 2006 menggantikan pejabat sebelumnya Hadi Purnomo. Dalam kurun waktu yang singkat Darmin dinilai mampu melakukan pembaruan di Ditjen Pajak.
(ir/lih)










































