"Sekarang ini harga sudah diatas US$ 700, kita perkirakan pada bulan ini kalau harga rata-rata di atas US$ 700 akan kena bea keluar. Jadi 2,5% kalau di atas US$ 700 sampai US$ 750, dan di atasnya lagi 5%," ucap Mari di sela-sela OP Migor, di Jakarta, Selasa (12/5/2009).
Mari mengatakan penerapan bea keluar berdasarkan pengalaman sebelumnya mampu menekan harga dan menstabilkan harga minyak goreng di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meredam gejolak harga migor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan lebih jauh lagi, Mari mengatakan program CSR Minyakita juga menjadi bagian upaya untuk menekan dan menstabilkan harga minyak goreng yang baru-baru ini semakin merayap mengikuti geliat harga minyak mentah dunia.
"Program kepedulian sosial (CSR) yang ikut itu ada 14 produsen, sudah memiliki izin edar badan BPOM, label halal," katanya.
Ia menjelaskan meski sekarang ini harga Minyakita ikut terkerek harga CPO, namun pihaknya optimis dengan harga yang baru sebesar Rp 7.000 per liter, Minyakita bisa tersalurkan hingga 1.000 ton sampai bulan Oktober 2009.
(hen/lih)










































