Mendag: Bea Keluar CPO Juni Bisa Capai 2,5%

Mendag: Bea Keluar CPO Juni Bisa Capai 2,5%

- detikFinance
Selasa, 12 Mei 2009 13:50 WIB
Mendag: Bea Keluar CPO Juni Bisa Capai 2,5%
Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu memperkirakan jika harga rata-rata produk sawit mentah atau crude palm oil (CPO) hingga tanggal 25 Mei melebihi US$ 700 per ton maka dipastikan bea keluar CPO pada bulan Juni dikenakan 2,5%.

"Sekarang ini harga sudah diatas US$ 700, kita perkirakan pada bulan ini kalau harga rata-rata di atas US$ 700 akan kena bea keluar. Jadi 2,5% kalau di atas US$ 700 sampai US$ 750, dan di atasnya lagi 5%," ucap Mari di sela-sela OP Migor, di Jakarta, Selasa (12/5/2009).

Mari mengatakan penerapan bea keluar berdasarkan pengalaman sebelumnya mampu menekan harga dan menstabilkan harga minyak goreng di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meredam gejolak harga migor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, gejolak harga minyak goreng juga diharapkan bisa dapat distabilkan diantaranya dengan kebijakan PPN ditanggung pemerintah, termasuk untuk migor curah maupun kemasan.

Bahkan lebih jauh lagi, Mari mengatakan program CSR Minyakita juga menjadi bagian upaya untuk menekan dan menstabilkan harga minyak goreng yang baru-baru ini semakin merayap mengikuti geliat harga minyak mentah dunia.

"Program kepedulian sosial (CSR) yang ikut itu ada 14 produsen, sudah memiliki izin edar badan BPOM, label halal," katanya.

Ia menjelaskan meski sekarang ini harga Minyakita ikut terkerek harga CPO, namun pihaknya optimis dengan harga yang baru sebesar Rp 7.000 per liter, Minyakita bisa tersalurkan hingga 1.000 ton sampai bulan Oktober 2009.
(hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads