Pertumbuhan dan perkembangan tersebut bisa dilihat dari berbagai kacamata diantaranya dari sisi kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), perkembangan hulu hilir, persebaran industri, variasi produk, kontribusi ekspor, kontribusi pendapatan negara dan lain-lain.
"Sektor ini sudah dominan dalam perkekonomian, dari aspek pajak, sektor ini menjunukkan korelasi yang positif. Penyumbang pajak terbesar tetap dari industri apakah itu PPN, apalagi kalau dari cukai, peranannnya cukup besar," jelas Fahmi saat ditemui dalam acara geladi resik PPI 2009 di JIExpo, Selasa (12/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Industri yang masuk kelompk penunjang, persebarannya cukup meluas, angkatan kerja daya serapnya masih cukup besar," kilahnya.
Lebih lanjut lagi, Fahmi mengatakan penggunaan sumber energi sektor industri semakin meluas, sehingga ketergantungan tehadap energi minyak yang selama ini menjadi primadona energi semakin susut.
"Jadi nampaknya beberapa sektor semakin menguat contohnya makanan dan minuman, bukan hanya pertumbuhannya yang menggembirakan tapi variannya juga meluas," jelasnya.
Mengenai ekspor, perkembangan industri nampak terlihat menggeliat selama 5 tahun terakhir, setidaknya langkah ekspor alat angkut seperti mobil ke beberapa negara sudah terlihat sejak 4 tahun lalu.
"Makanya dibuatkan car port, artinya keterampilan para pekerja kita disini sudah diakui," ujarnya.
Sementara itu, Sekjen Departemen Perindustrian Agus Tjahajana menambahkan pertumbuhan dan perkembangan sektor industri selama lima tahun terakhir tidak terlepas dari beberapa sektor yang mengalami kemandekan dengan berbagai penyebab misalnya untuk sektor industri perkayuan yang melempem selama beberapa tahun karena terhambat bahan baku.
"Kenapa industri tumbuh tidak besar? Karena ada beberapa industri yang mengalami kesulitan seperti kayu karena bahan baku industrinya menurun," kilahnya.
Agus menggarisbawahi target kinerja industri tidak melulu hanya dilambangkan dengan pertumbuhan industri, namun penguatan struktur industri perlu menjadi pertimbangan.
"Porsi industri terhadap PDB seluruhanya 28%, kalau non migas hanya 23%, telah tejadi sumbangan yang cepat dari sektor telekomunikasi, yang sebelumnya tidak signifikan," paparnya.
Seperti diketahui pertumbuhan industri pada tahun 2008 lalu hanya sampai di angka 4,5% , sedangkan untuk proyeksi pertumbuhan industri tahun 2009 terendah mencapai 2,5%.
(hen/lih)











































