Tawaran Harga Gas Ditolak BP Migas, Pertamina Bertahan

Tawaran Harga Gas Ditolak BP Migas, Pertamina Bertahan

- detikFinance
Selasa, 12 Mei 2009 19:15 WIB
Tawaran Harga Gas Ditolak BP Migas, Pertamina Bertahan
Jakarta - BP Migas menolak tawaran harga yang diajukan konsorsium DS LNG karena dinilai terlalu rendah. PT Pertamina (Persero) yang merupakan anggota konsorsium masih berharap pemerintah menerima pengajuan harga jual baru gas Donggi Senoro yang telah diajukan konsorsium tersebut.

Hal ini disampaikan Vice President Communication Pertamina, Anang Rizkani Noor saat berbincang dengan detikFinance, Selasa (12/5/2009).

"Harga yang sudah ada merupakan harga yang bagus kalau dibandingkan dengan harga gas di project lainnya," jelas Anang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika pemerintah menginginkan harga tersebut diubah, lanjut Anang, maka pihaknya harus melakukan negosiasi kembali dengan pembeli dan kemungkinan harganya justru akan lebih murah.

"Harga gasnya kan mengikuti formula harga JCC. Misalnya dengan JCC US$ 40 per barel, maka harga gasnya sekitar US$ 3,8 per mmbtu dan kalau JCC US$ 70 per barel, maka harga gasnya di atas US$ 6 per mmbtu. Jadi harganya kan tidak flat dan mengikuti situasi pasar dunia, kalau sekarang krisis kemudian demand turun berarti harga juga bisa turun," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BP Migas R Priyono menyatakan pemerintah menolak tawaran harga gas yang diajukan Konsorsium DS LNG karena dinilai terlalu rendah. Konsorsium  hanya mengajukan kenaikan harga batas bawah gas US$ 0,3 lebih tinggi dari tawaran sebelumnya US$ 2,8 per mmbtu.

"Kami minta harga gas sesuai penawaran Mitsubishi sebelumnya yakni sebesar US$ 3,8 per mmbtu pada harga minyak mentah sekitar US$ 40 per barel," kata Priyono kepada wartawan di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (12/5/2009).

(epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads