Pemain Industri Sawit Disarankan Berkonsolidasi

Pemain Industri Sawit Disarankan Berkonsolidasi

- detikFinance
Rabu, 13 Mei 2009 08:55 WIB
Pemain Industri Sawit Disarankan Berkonsolidasi
Jakarta - Pelaku industri kelapa sawit (CPO) di Indonesia dinilai masih fokus pada pemenuhan permintaan dalam negeri saja. Padahal permintaan CPO internasional juga diperkirakan akan terus meningkat.

Untuk itu, sejumlah pemain di industri CPO diharapkan segera berkonsolidasi agar tidak hanya bisa memenuhi permintaan dalam negeri, melainkan juga permintaan internasional.

"Para pemain tersebut diharapkan segera melakukan konsolidasi bisnis dalam beberapa tahun ke depan agar dapat memenuhi permintaan tidak hanya dari pasar dalam negeri tetapi juga pasar luar negeri dengan produk olahan kelapa sawit yang terjangkau," demikian hasil analisa Rabobank yang dikutip detikFinance, Rabu (13/5/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konsolidasi yang dilakukan, menurut analisa tersebut, bisa berbentuk akuisisi atas perkebunan-perkebunan kecil yang sudah ada ataupun perluasan area produksi.

Namun perluasan lahan produksi ini juga harus memperhatikan dampak lingkungan dan sosialnya. Apalagi saat ini banyak negara yang sangat fokus terhadap asal usul produk yang diimpor, termasuk CPO.

"Mereka sangat memperhatikan dan peduli kepada proses produksi dari produk yang mereka konsumsi mulai dari asal muasal produk tersebut dibuat hingga proses akhir sampai ke tangan konsumen," tambah analisa tersebut.

Dalam jangka panjang, ngolahan makanan sendiri. Wilmar juga memiliki perpanjangan bisnis di China, India dan EU.

Pemain lainnya adalah Golden Agri-Resources yang juga memiliki integrasi operasional yang sangat kuat secara vertikal di Indonesia dan juga pengilangan dan kantor distribusi di China. hasil konsolidasi bisnis tersebut diharapkan akan
mampu menghasilkan pertumbuhan industri yang lebih kuat.

Beberapa konsolidasi yang sudah terjadi adalah akuisisi Salim Group terhadap London Sumatra yang merupakan salah satu pemain besar di bisnis perkebunan. Akuisisi dilakukan untuk mengamankan pasokan bahan baku bagi bisnis hilir Salim Group.

Selain Salim, pemain besar industri kelapa sawit di Indonesia adalah Wilmar Internasional yang sudah memiliki perkebunan, pengiilingan, kilang, hingga pabrik pengolahan makanan sendiri. Wilmar juga memiliki perpanjangan bisnis di China, India dan EU.

Pemain lainnya adalah Golden Agri-Resources yang juga memiliki integrasi operasional yang sangat kuat secara vertikal di Indonesia dan juga pengilangan dan kantor distribusi di China.
(lih/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads