HIPMI memang berharap agar Perhimpunan Bank-bank Nasional (Perbanas) bisa menjadi intermediary dan memberikan solusi terhadap permasalahan di dunia usaha.
Demikian dikatakan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Erwin Aksa disela acara pembukaan kongres Perbanas XVII di Jakarta, Rabu (13/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengharapkan agar penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) membuat perbankan dapat dengan cepat merespon penurunan bunga deposito mereka dan bunga kreditnya. "Melalui Perbanas kami akan usahakan hal tersebut," jelas Erwin.
Erwin menjelaskan, meskipun posisi BI Rate saat ini 7,25 persen, namun bunga kredit masih diposisi 14 persen. "Harapan kami bunga kredit perbankan di posisi 11-12 persen," tegas Erwin.
Situasi saat ini, jelas Erwin, dunia perbankan sangat hati-hati dalam memberikan kredit potensi usaha. "Dunia usaha saat ini sangat kesulitan untuk menginginkan kredit baru, bank takut jika nantinya dunia usaha tidak mampu membayar kewajibannya," tutur Erwin.
"Hal ini tentunya akan membuat market stagnan dalam ekspansi di sektor riil," pungkasnya.
(dru/lih)











































