Hal ini disampaikan Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DRP, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2009).
"Sepanjang Januari 2009, total BBM bersubsidi yang telah didistribusikan secara nasional sebesar 3.190.039 KL, Februari 2009 sebanyak 2.806.327 KL dan pada Maret 2009 sekitar 3.068.731 KL," jelas Tubagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menjaga ketersedian stok BBM bersubsidi, Tubagus menyatakan pihaknya telah melakukan berbagai antisipasi. Misalnya dengan menginstruksikan kepada badan usaha agar menjaga ketahanan cadangan operasional masing-masing depot sesuai dengan surat Penugasan Penyediaan dan Pendistribusian Jenis BBM tertentu (P3JBT) dari BPH Migas.
"Kami juga melakukakan pengawasan dan evaluasi rutin terhadap realisasi suplai dan distribusi BBM bersubsidi berdasarkan kuota kabupaten/kota yang ditetapkan dalam surat penugaskan kepada Pertamina," katanya.
Â
Sementara itu, Tubagus menambahkan untuk realisasi iuran badan usaha di bidang BBM dan Gas Bumi hingga April 2009 mencapai Rp 145,866 miliar dari target sebesar Rp 429,9 miliar.
"Hingga April 2009, sebanyak 31,6 persen dari target sebesar Rp 429,9 miliar telah tercapai,"Â kata Tubagus.
Adapun rinciannya sebagai berikut:
- Penerimaan BBM realisasi hingga April 2009 Rp 118,076 miliar atau sama dengan 32,57 persen dari target sebesar Rp 362,477 miliar.
- Penerimaan gas bumi telah mencapai 41,22 persen dari target sekitar Rp 27,79 miliar.











































