Penerimaan Pajak Masih Seret

Penerimaan Pajak Masih Seret

- detikFinance
Rabu, 13 Mei 2009 14:20 WIB
Penerimaan Pajak Masih Seret
Jakarta - Aktivitas perekonomian menurun akibat krisis ekonomi global sehingga menyebabkan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPh Migas sampai dengan April 2009 mengalami penurunan.
 
Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan, sampai dengan April 2009 penerimaan PPN dan PPnBM hanya mencapai Rp 52,6 triliun atau 22,5% dari target 2009 yang sebesar Rp 233,6 triliun.

"Sementara itu pada periode yang sama 2008, penerimaan PPN dan PPnBM mencapai Rp 56 triliun atau 28,7% dari target 2008 yang sebesar Rp 195,5 triliun," paparnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2009).
 
Sementara itu untuk penerimaan PPh Migas, Sri Mulyani mengatakan penerimaan PPh Migas sampai dengan April 2009 adalah Rp 16,6 triliun atau 42,8% dari target 2009 yang sebesar Rp 38,8 triliun. Menurun dibandingkan periode yang sama 2008 yang sebesar Rp 22,4 triliun atau 41,7% dari target 2008 yang sebesar Rp 53,6 triliun.
 
"Penurunan harga minyak dunia yang tajam di tahun ini menyebabkan penerimaan PPh Migas menurun dibandingkan tahun lalu," ujar Sri Mulyani.
 
Secara total penerimaan Pajak sampai dengan April 2009 mencapai Rp 173,1 triliun atau 29,4% dari target 2009 yang sebesar 587,8 triliun. Pada periode yang sama tahun 2008, penerimaan pajak mencapai Rp 173,7 triliun atau 32,5% dari target 2008 yang sebesar Rp 534,5 triliun.
 
"Kalau untuk penerimaan PPh non migas, sampai dengan April 2009 hasilnya memuaskan yaitu Rp 101 triliun atau 36% dari target 2009 yang sebesar Rp 280,8 triliun. Meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 92,2 triliun atau 36,7% dari target 2008 yang sebesar Rp 251,4 triliun," papar Sri Mulyani.
 
Demikian realisasi penerimaan pajak sampai dengan April 2009:
- Total penerimaan pajak Rp 173,1 triliun atau 29,4% dari target 2009 yang sebesar Rp 587,8 triliun, terdiri dari:

A. PPh Sebesar Rp 117,6 triliun atau 36,8% dari target 2009 yang sebesar Rp 319,6 triliun.
- PPh Non Migas Rp 101 triliun atau 36% dari target 2009 Rp 280,8 triliun
- PPh Migas Rp 16,6 triliun atau 42,8% dari target 2009 Rp 38,8 triliun
 
B. PPN dan PPnBM mencapai Rp 52,6 triliun atau 22,5% dari target 2009 yang sebesar Rp 233,6 triliun.
 
C. PBB, BPHTB, dan Pajak Lain-Lain Rp 3 triliun atau 8,6% dari target 2009 yang sebesar Rp 34,6 triliun.
 
Penerimaan Bea dan Cukai
 
Sementara itu untuk penerimaan Bea dan Cukai sampai dengan April 2009 mencapai Rp 24,1 triliun atau 32,7% dari target 2009 yang sebesar Rp 73,9 triliun. Rinciannya adalah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


  • Penerimaan cukai mencapai Rp 18,1 triliun atau 33,2% dari target 2009 yang sebesar Rp 54,4 triliun.
  • Penerimaan Bea Masuk Rp 5,7 triliun atau 33,2% dari target 2009 yang sebesar Rp 17,2 triliun.
  • Penerimaan Bea Keluar Rp 400 miliar atau 16,3% dari target 2009 yang sebesar Rp 2,4 triliun.
 
"Penerimaan Bea Keluar mengalami penurunan drastis, dimana sampai dengan April 2009 hanya mencapai Rp 400 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 4,5 triliun. Ini karena aktivitas perdagangan dunia yang turun bahkan sampai minus di 2009 akibat krisis ekonomi global," kata Sri Mulyani.
 
Perdagangan dunia di 2009 ini memang proyeksinya akan turun sampai minus 11% akibat krisis ekonomi global yang terjadi.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads