"Biarlah swasta dahulu diberikan kesempatan," kata Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar dalam acara rapat dengar pendapat dengan Komisi IV, DPR RI, Jakarta, Kamis (14/5/2009).
Mustafa juga menegaskan bahwa rencana ekspor beras premium bagi Bulog bukan lah sebagai target, namun hanya sebagai peluang untuk dimanfaatkan. Ia juga mengatakan jika Bulog memaksakan ikut melakukan ekspor dalam pengadaannya dikhawatirkan akan mempengaruhi harga beras premium.
"Kalau beras premium bersaing dengan swasta, maka akan mempengaruhi harga, nantinya akan memukul kita sendiri," jelasnya.
Mustafa memperkirakan jumlah ekspor beras premium pada bulan Mei 2009 ini diperkirakan mencapai 650 ton, khususnya yang dilakukan oleh PT Alam Makmur Sembada yang akan mengekspor ke Turki dan New Zealand.
"Pagi ini sudah ada pengapalan pertama, di Tanjung Priok oleh PT Alam Makmur Sembada sebanyak 300 ton," imbuhnya.
(hen/lih)











































