"Konsepnya sudah, akan diserahkan ke Mennkeg BUMN untuk dibahas ke menko, lalu dibawa ke sidang kabinet," kata Direktur Utama Perum Mustafa Abubakar usai acara rapat dengar pendapat dengan komisi IV DPR RI di Jakarta, Kamis (14/3/2009).
Seperti diketahui dalam pembukaan ulang tahun Bulog ke-42 beberapa waktu lalu Presiden SBY menyerukan kepada Perum Bulog agar lebih aktif lagi dalam upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok lainnya di luar beras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sudah memiliki konsep, namun sayangnya Mustafa enggan merinci lebih lanjut mengenai sejauh mana peranan Bulog dalam minyak goreng ini. Mustafa mengkhawatirkan akan menjadi prematur jika di sampaikan terlalu dini.
"Kalau minyak goreng kita tunggu sajalah," kilahnya.
Gejolak harga minyak sawit mentah (CPO) saat ini, telah mengerek perlahan secara pasti harga minyak goreng di pasar dalam negeri. Untuk itu lah sudah seharusnya ada peran lembaga pemerintah yang bisa menjadi stabilitator termasuk Bulog. Mengingat saat ini minyak goreng sudah menjadi kebutuhan masyarakat luas.
Seperti di ketahui Perum Bulog telah memperluas jaringan perannya melalui distribusi gula produksi PTPN dan RNI pada tahun lalu. Meski sebatas alternatif distribusi gula dan menyalurkan dalam jumlah kecil, tahun ini kerjasama distribusi gula kembali dilanjutkan.
(hen/qom)











































