Hal ini disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Gedung ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (14/5/2009)
"Saya sudah minta BP Migas untuk persiapan first delivery. Itu sekitar akhir Juni. Kita bergeraknya 1 Juli untuk pengiriman 1 kargo," ungkap Purnomo.
Molornya pengiriman pertama LNG Tangguh tersebut, menurut Purnomo tidak menjadi masalah bagi pembeli asal Cina tersebut.
"Sebetulnya molor satu dua bulan tidak masalah selama suplier dan buyer tidak ada masalah ya sudah," lanjut Purnomo.
Lagipula, kata Purnomo, keterlambatan ini juga tidak hanya datang dari pihak Indonesia, pembeli sendiri saat ini masih melakukan tahap commisioning.
"Mereka kan ingin menyakinkan agar saat mereka menerima LNG maka tidak akan ada gangguan. Jadi harus memastikan bahwa kita terminalnya dan receiving-nya jalan betul," katanya.
Purnomo menambahkan rencananya kontrak tangguh akan direnegosiasi 4 tahun sekali setelah first delivery.
"Setiap empat tahun sekali setelah first delivery maka kontrak akan direnegosiasi," ujar Purnomo.
Menurut Purnomo, hal ini bagus diterapkan di kontrak lainnya mengingat kontrak-kontrak migas di Indonesia sifatnya jangka panjang. "Untuk yang kontrak jangka panjang bagus untuk dicontoh, karena waktu kontrak sektor kitakan panjang sekali sedangkan keadaan terus berubah," papar Purnomo.
(epi/lih)










































