Terhitung tanggal 15 Mei 2009 pukul 00.00 WIB harga BBM non-subsidi Pertamina yang terdiri dari Pertamax, Pertamax Plus dan Pertamina Dex kembali mengalami penurunan harga dibanding periode sebelumnya (1 Mei 2009)
Demikian disampaikan VP Komunikasi Pertamina Basuki Trikora Putra dalam keterangan pers Pertamina yang dikutip detikFinance, Jumat (5/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertamina memiliki 4 jenis BBM keekonomian yang dijual di SPBU-nya, yaitu Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex dan Biopertamax. Namun hanya Pertamina Dex yang tidak mengalami perubahan harga.
Berikut harga baru BBM keekonomian Pertamina yang berlaku mulai hari ini, Jumat, 15 Mei 2009:
PERTAMAX PLUS
Batam Rp 5.900
UPms I Rp 6.500
Medan Bersaing Rp 6.400
UPms III Rp 6.300
UPms IV & V Rp 6.500
UPms VI Rp 6.600
PERTAMAX
UPms I Rp 6.100
Medan Bersaing Rp 6.000
UPms II Rp 6.100
Bangka Rp 7.200
UPms III Rp 5.600
SPBU Bersaing Rp 5.500
UPms IV & V Rp 6.000
UPms VI Rp 6.150
Bali Rp 6.100
UPms VII Rp 6.100
Palu Rp 7.100
PERTAMAX DEX
UPms III Rp 6.150
UPms V Rp 6.150
BIOPERTAMAX
UPMS III Rp 5.600
SPBU Bersaing Rp 5.500
UPMS V Rp 6.000
Bali Rp 6.150
Bali Rp 6.150
VP Komunikasi Baru
PT Pertamina (Persero) juga mengumumkan penggantian VP Komunikasi perseroan. Anang Rizkani Noor yang baru menjabat selama 6 bulan, kini kembali digantikan oleh B. Trikora Putra yang memang sudah bekerja di Pertamina selama 18 tahun.
Anang, yang pernah nyebur di Caltex dan Rio Tinto, mulai menjabat sebagai VP Komunikasi Pertamina sejak 22 Oktober 2008 menggantikan Wisnuntoro.
Sementara B.Trikora Putra yang merupakan lulusan Universitas Trisakti terakhir menjabat sebagai General Manager BBM Retail Regional I Direktorat Pemasaran dan Niaga. Sebelumnya, Trikora pernah menjabat berbagai posisi lain di Direktorat Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero).
"Pergantian ini merupakan hal rutin di tubuh Pertamina dan disesuaikan dengan kebutuhan personel perusahaan. Pejabat lama, Anang Rizkani Noor, selanjutnya akan bertugas di divisi lain dalam perusahaan, dimana keahliannya diperlukan," demikan keterangan pers Pertamina.
(lih/ir)











































