Demikian disampaikan oleh Sekretaris Jenderal APPSI Ngadiran saat ditemui di kantor Pusat APPSI di Jakarta, Jumat (15/5/2009).
"Saya nggak yakin bakal cair 2010, ganti pemimpin, ganti pemilu, ganti dewan. Yang sudah disampaikan saja gagal, apalagi baru akan," ketusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa harus tunggu tahun depan, apakah harus menunggu pasar modern merajalela dulu," ucapnya.
Padahal kata dia, dengan adanya revitalisasi pasar, akan memberikan magnet bagi pasar tradisional sehingga jumlah kunjungan masyarakat ke pasar tradisional akan semakin tinggi, yang ujung-ujungnya akan mendongkrak omset pedagang pasar.
Ngadiran menjelaskan dengan adanya stimulus revitalisasi pasar, para pedagang juga akan mendapat keringanan beban biaya perbaikan hingga 200% sampai 300%. Maklum selama ini perbaikan pasar jika dilakukan pengelola maka para pedagang pasar harus menanggung beban biaya sewa hingga berlipat-lipat.
Selain itu, ia mengaku selama ini para pedagang tidak dilibatkan oleh pemerintah dalam upaya memberikan penjelasan kepada DPR, sehingga tidak mengherankan stimulus pasar bernilai miliaran rupiah itu harus berakhir di Senayan.
"Ajak kita dong, untuk menjelaskan kepada anggota dewan, banyak anggota dewan yang tahu tapi tidak faham," ujarnya.
Seperti diketahui rencana stimulus revitalisasi pasar senilai Rp 215 miliar harus berakhir di meja DPR, dan pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun rencananya pemerintah akan mengucurkan program ini pada tahun 2010 nanti.
(hen/lih)










































