Demikian dikemukakan oleh Sekretaris Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) M Said Didu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (15/5/2009).
"Masih harus menunggu restrukturisasi dengan Bank Mandiri selesai. Yang penting sehatkan saja dulu," ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah tidak ingin melikuidasi Semen Kupang karena merupakan satu-satunya industri yang berada di Nusa Tenggara Timur dan secara ekonomis dinilai cukup bagus.
Maka dari itu, pemerintah menugaskan PT Perusahaan Pengelola Aset untuk mengawasi penggunaan dana restrukturisasi sekaligus mencari investor untuk dilakukan KSO.
"Kalau sudah hidup kembali dia itu sangat bagus. Selama ini dia tidak jalan hanya karena tidak ada modal untuk listrik. Sebenarnya pakai genset juga masih untung," ungkapnya.
Sebelumnya, sudah ada enam investor dalam negeri yang mengincar Semen Kupang. Kebanyakan calon investor itu hanya bersedia mengelola Semen Kupang namun menolak untuk membayar kewajiban utangnya.
(ang/ir)










































