Â
Menurut Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai Dirjen Bea Cukai Heri Kristiono, alat sensor tersebut akan langsung terhubung dengan costum advance trade system (CATS) secara real-time sehingga dapat dimonitor tanpa henti.
Â
"Nanti dibuat sistem monitoring sehingga pergerakan kontainer akan dimonitor. Kalau dia tidak lewat ke rute yg ditetapkan, sensor akan mengeluarkan warning, begitu pula jika pintu kontainer dibuka di tengah jalan. Ini akan sangat aman untuk mengamankan hak negara, cocok dengan keinginan customer serta mendukung masalah anti terorisme," katanya di sela Workshop Pengembangan Logistik Nasional di Kantor Dirjen Bea Cukai, Jalan Ahmad Yani, Jakarta, Senin (18/05/2009).
Â
Menurutnya, pemasangan sensor tersebut dilakukan dalam rangka mencari cara agar pelayanan yang diberikan bea cukai bisa murah dan efisien. Ia mengatakan, pada saat kontainer akan mengantar barang ke pelabuhan maka sensor tersebut dipasang.
Â
Dengan begitu, kontainer bisa langsung membawa produk ke pelabuhan tanpa harus diperiksa kembali karena sudah dimonitor sepanjang waktu.
Â
"Kalau dulu barang ekspor keluar dari kawasan industri disegel pakai segel kertas. Ini akan sangat rawan dibandingkan segel elektronik," ungkapnya.
Â
Ia mengharapkan, dengan diterapkannya sensor elektronik tersebut maka diharapkan bisa mengurangi antrian kontainer di pelabuhan.
Â
Menurutnya, sudah ada beberapa negara di Asia yang memakai sistem tersebut antara lain Singapura dan Thailand. Sedangkan Filipina dan China saat ini sedang melakukan uji coba terhadap sistem tersebut.
(ang/qom)











































