Pengamat Ekonomi Hendri Saparini mengatakan dari tiga pasangan presiden dan wakil presiden saat ini setidaknya ada dua kubu yang sudah memetakan jalan nasib BUMN di Indonesia.
Kubu pertama adalah SBY-Boediono yang akan terus berupaya fokus dalam penyehatan BUMN dengan langkah privatisasi dan revitalisasi. Saat ini setidaknya sudah ada target 40 revitalisai BUMN, artinya kebijakan ini akan dilanjutkan ke arah peran swasta yang akan ditingkatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau SBY melakukan deregulasi jadi peran pemerintah kecil," katanya saat dihubungi detikFinance, Senin (18/5/2009).
Dari hal itu, Hendri mempertanyakan mau dikemanakan arah BUMN Indonesia nantinya setelah pemerintahan baru? Ia mecontohkan jika mengaca kepada negara singa Singapura, 75% penggerakan ekonomi di negara kecil itu ternyata ditopang oleh BUMN.
Namun ia juga menekankan kubu Megawati-Prabowo dan JK-Wiranto juga masih mungkin melakukan pelepasan saham BUMN ke publik (IPO) dengan skala terbatas. Hendri juga mengatakan saat ini tren penjualan strategic sales untuk BUMN skala kecil justru kemungkinan menjadi warna dari kebijakan pemerintah saat ini.
"Cara pandangnya ada yang melihat BUMN sebagai pembangkit ekonomi dan penggerak ekonomi, pemerintah sekarang ini melihat dari sisi efisiensi dan sebagai sarang korupsi maka sebaiknya dilepas," katanya.
Mengenai, posisi direksi terkait pergantian kepemimpinan pemerintahan, menurutnya tidak bisa dicampur adukan dengan arah kebijakan BUMN dengan perombakan direksi, namun yang pasti ia mengharapkan pergantian direksi BUMN harus orang-orang yang tepat dan terbaik.
"Kalu soal direksi saya tidak mau mengomentari lebih jauh," kilahnya.
(hen/lih)











































