Pengusaha: Apapun Konsepnya, yang Penting Realisasinya

Dialog Capres dan Kadin

Pengusaha: Apapun Konsepnya, yang Penting Realisasinya

- detikFinance
Senin, 18 Mei 2009 14:53 WIB
Pengusaha: Apapun Konsepnya, yang Penting Realisasinya
Jakarta - Tiga pasang capres dan cawapres resmi maju pada pilpres 2009 dengan mengusung konsep ekonominya masing-masing. Bagi kalangan pengusaha, apapun konsep ekonominya, yang penting adalah implementasi konsep-konsep tersebut.

"Para pengusaha berharap presiden dan wakil presiden yang tepilih bisa mengimplementasikan program yang dibuatnya. Harapan kami semua capres dan cawapres memberikan harapan yang lebhi baik di masa datang, tapi bagaimana pun yang penting implementasi programnya," kata Ketua HIPMI Erwin Aksa di sela-sela dialog Kadin dengan Capres yang digelar di Jakarta Teater, Jakarta, Senin (18/5/2009).

Menurut Erwin, beberapa program yang harus menjadi prioritas adalah ekonomi kerakyatan termasuk pengentasan kemiskinan dan percepatan pembangunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senada dengan Erwin, Ketua Apindo (Asosasi Pengusaha Indonesia) Sofyan Wanandi, berharap konsep-konsep yang telah dijanjikan presiden dan wakil presiden terpilih bisa direalisasikan.

"Konsep-konsep ada segudang, yang paling penting implementasinya," ujar Sofyan.

Menurut Sofyan, selama SBY JK memimpin pemerintahan selama ini, JK lebih kuat dalam implementasi berbagai program ekonomi, seperti 10.000 MW, pelabuhan, BLT, dan bibit unggul.

"Meskipun itu program pemerintah, namun JK dinilai lebih berperan mendorong, kalau SBY Boediono, kita sudah tahu saat SBY berkuasa, bagaimana percepatan merealisasikan konsepnya," kata Sofyan.

Ia melanjutkan, di antara ketiga calon tersebut, yang belum ketahuan bagaimana implementasi konsep ekonominya adalah pasangan Megawati dan Prabowo. Kini pasangan tersebut mengusung konsep ekonomi kerakyatan.

"Kita juga sudah tahu kerja JK, yang kita belum tahu Prabowo dan Mega. Apalagi Prabowo dikasih tugas ekonomi kerakyatan," tambahnya.

Selain itu, Sofyan menegaskan presiden yang baru harus memiliki hubungan yang baik dengan parlemen dan menerobos ekonomi dunia yang krisis. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads