Dalam kesempatannya berbicara, JK menjelaskan mengapa sektor industri Indonesia belum sekuat negara lain. Bagi JK, ada tiga alasan yang membuat industri Indonesia masih ketinggalan.
Penyebab pertama adalah karena ongkos produksi di Indonesia masih mahal terkait suku bunga yang masih tergolong tinggi. Kedua, dukungan infrastruktur di Indonesia masih terbilang belum memadai sehingga menyulitkan sektor logistik. Ketiga, karena ketersedaiaan listrik yang masih mahal dan masih byar pet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk sektor logistik, JK mengaku menggenjot infrastruktur pendukung seperti jalan dan rel diperbaiki dan selesai pada 2010. Selain 3 hal itu, hal lain yang dinilai masih menghambat daya saing industri saat ini adalah birokrasi yang lamban.
JK menambahkan, bangsa Indonesia sesungguhnya adalah bangsa yang kuat dalam menghadapi krisis. Namun saat ini sesungguhnya Indonesia tidak sedang menghadapi krisis, melainkan hanya dampak krisis.
"Kita tidak alami krisis yang besar, hanya mengalami efek dari krisis. Kita kuat dalam hadapi krisis," katanya.
Karena itu, bagi JK, tak perlu banyak rapat-rapat digelar, melainkan bagaimana realisasinya.
"Jadi tidak perlu banyak rapat dalam krisis, bergerak lebih cepat lebih baik," pungkasnya dengan tak lupa menyebutkan jargonnya. (lih/qom)











































