JK: Kita Dilahirkan Terlalu Lambat Bertindak Cepat

Dialog Kadin dan Capres

JK: Kita Dilahirkan Terlalu Lambat Bertindak Cepat

- detikFinance
Senin, 18 Mei 2009 16:36 WIB
JK: Kita Dilahirkan Terlalu Lambat Bertindak Cepat
Jakarta - Dialog calon presiden Jusuf Kalla dengan Kadin diwarnai dengan sindiran-sindiran politik dan promosi dirinya. Bagi JK, kondisi Indonesia yang tak bisa mengejar kemajuan negara lain karena selama ini terlambat untuk bertindak cepat.

Dalam dialog dengan Kadin, JK menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sebenarnya tidak kalah tangguh dari negara lain seperti India dan Vietnam. Hanya saja selama ini Indonesia sering terlambat bertindak cepat.

"Masa kita mau kalah dengan India dan Vietnam, apa kita dilahirkan begitu bodoh? Tidak. Kita hanya dilahirkan terlalu lambat untuk bertindak cepat demi kepentingan rakyat," tegas JK di Jakarta Teater, Jakarta, Senin (18/5/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, kita sepatutnya bersyukur karena Indonesia masih bisa tumbuh lebih baik dari negara lain baik dalam kondisi normal ataupun kondisi krisis.

"Kita bersyukur kita masih tumbuh lebih baik pada saat normal maupun krisis. Padahal Singapura minus, Malaysia minus, kita masih tumbuh positif 4%," katanya.

JK mengaku dalam 3 tahun belakangan ia kerap berpikir bagaiman caranya mengubah sistem yang ada agar ekonomi berjalan lebih baik dan subsidi bisa ditekan. Rombakan yang dilakukannya adalah di sektor energi yaitu dengan ada konversi minyak tanah ke LPG dan megaproyek 10.000 MW.

"Selama 3 tahun ini saya berpikir bagaimana agar subsidi turun yaitu dengan mengubah sistem. Pada 2008 APBN kita terdiri dari subsidi, bunga dan bayar utang," katanya.

Megaproyek 10.000 MW diharapkan bisa menekan subsidi listrik yang Rp 90 triliun menjadi Rp 30 triliun pada tahun depan. Bahkan jika pengelolaannya lancar, maka pada 2010 bisa ada penghematan hingga Rp 200 triliun.

"Dengan begitu naik pertumbuhan ekonomi naik 2% sangat mudah," katanya.

Pasar Tradisional vs Pasar Modal

JK juga menuturkan sesungguhnya peran pasar tradisional jauh lebih penting ketimbang pasar modal. Pasar tradisional merupakan urat nadi perekonomian Indonesia.

"Pasar modal dia cari uang, pasar tanah abang cari kehidupan, mana yang lebih penting? Karena itu sektor riil lebih penting. Perputaran uang dan barang harus diseimbangkan," katanya.

Ia juga menjelaskan, jika ada keruntuhan di pasar modal maka yang terganggu hanya sebagian pelaku ekonomi. Tapi jika pasar tradisional yang bermasalah, maka dampaknya lebih luas.

"Pasar modal kalau turun yang turun cuma sebagian. Tapi begitu pasar Tanah Abang turun, hancur seluruh ekonomi kita. Saya pernah sampaikan di BEI, kalau Anda turun, efeknya nggal sebesar kalau Pasar Turi, Pasar Klewer, Pasar Tanah Abang turun, bisa hancur negara ini. Jangan ekonomi bergantung pada indeks saja, indesk Tanah Abang, Pasar Turi dan Klewer harus lebih dijaga," katanya.
(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads