Demikian disampaikan Jusuf Kalla dalam dialog dengan anggota Kadin di Jakarta Teater, Jakarta, Senin (18/5/2009).
JK bercerita, penolakannya terhadap IMF terjadi beberapa waktu lalu saat IMF meminta Indonesia meliberalkan beberapa produk Indonesia seperti beras, gula dan kayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut JK, jika permintaan IMF itu dikabulkan, maka akan merugikan Indonesia. Ibaratnya, Indonesia diminta menjual murah produknya sementara dan membeli mahal produk dari luar. Hal seperti inilah yang bisa menjadi cikal bakal neoliberalisme, menurut JK.
"Jangan mereka beli murah barang kita tapi mereka jual barang mahal ke kita. Habislah kita, itu neoliberalisme yang harus kita lawan," katanya.
Tak cuma itu, JK pun berjanji akan memberantas penyelundupan barang dari China dalam waktu 1 tahun, jika ia terpilih nanti.
"Penyelundupan satu tahun bisa kita perbaiki, mungkin bisa kurang dari itu. Kita tidak menutup diri dari produk China selama itu legal, tapi kita harus jaga produk nasional agar tidak disaingin secara tidak sehat," katanya.
Menurut JK, sebenarnya produk-produk Indoensia lebih murah dari China. Tapi China menelikung dengan memalsukan merek dan penampilan produk yang lebih menarik.
"Untuk itu kita bantu pengusaha dengan desain yang baik dan teknologi sederhana. Yang harus dilakukan adalah menekan bunga ke level yang bersaing," ujarnya.
(lih/qom)











































