SBY: RI Korban Persepsi Indeks Agen Internasional

SBY: RI Korban Persepsi Indeks Agen Internasional

- detikFinance
Rabu, 20 Mei 2009 12:15 WIB
SBY: RI Korban Persepsi Indeks Agen Internasional
Jakarta - Kondisi ekonomi Indonesia tidak hanya dipengaruhi faktor dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri. Salah satu yang menjadi faktor kelemahan adalah seringnya Indonesia menjadi korban indeks persepsi yang dirancang agen internasional.

Demikian disampaikan capres Susilo Bambang Yudhoyono dalam dialog Kadin dengan Capres di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (20/5/2009).

"Kita korban persepsi. Kalau sudah kena persepsi indeks, rating kita kok jelek terus. Saya sering protes ke agensi rating internasional untuk fair. Jangan Indonesia dinilai sama dengan 10 tahun lalu padahal kita bergerak," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain korban indeks persepsi, kelemahan Indonesia lainnya adalah minimnya surplus cadangan devisa jika dibandingkan dengan negara lain. Bagi SBY, jika surplus cadangan devisa cukup banyak, maka banyak dana stimulus yang bisa dialokasikan.

SBY juga menjelaskan posisi Indonesia saat ini yang sudah membaik dan diharapkan bisa keluar dari krisis global dalam dua tahun mendatang.

"Saat ini kita sedang berada at the beginning of the end of crisis. Ini terlihat dari kuartal pertama pertumbuhan kita positif, ekspor kita naik. Kalau ini berlanjut kita sudah paling bawah, nanti bisa naik ke atas, kemudian dalam dua tahun bisa lepas dari krisis," tambah SBY.

Ia menambahkan, dalam krisis global, Indonesia banyak diselamatkan oleh domestik market yang bagus, kontribusi ekspor pada pertumbuhan yang tidak terlalu tinggi, dan sistem perbankan yang tidak berhubungan langsung dengan institusi internasional.

"Kita harus pelihara 3 hal ini dengan baik," katanya.
(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads