"Yang saya katakan di depan Kadin adalah langkah-langkah konkrit bukan basa-basi," kata SBY dalam acara Kadin Ketemu Capres RI, di Jakarta Teater, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (20/5/2009).
Menurut SBY, hal-hal yang disampaikannya dalam dialog dengan Kadin merupakah hal-hal konkret yang telah dijalankan selama masa pemerintahannya.
"Kita alami peningkatan persepsi terhadap Indonesia itu konkret. Kita bisa bersaing lebih bagus lagi itu konkret, ketika kita bersaing di industri otomotif dan alas kaki dibandingkan negara lain itu juga konkret. Langkah-langkah reformasi under way," kata SBY.
Dengan penuh berapi-api, SBY juga memaparkan langkah-langkah lain yang sudah dilakukan selama masa pemerintahannya selama lima tahun. Antara lain adalah merevisi aturan, merevisi kebijakan, meningkatkan keamanan serta pemberantasan korupsi yang tidak pernah berhenti.
"Menurut saya, kondisi sekarang lebih baik jika dibanding lima tahun lalu dan ini merupakan hasil dari langkah-langkah konkret yang diambil pemerintah, meskipun unfinish," tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Capres dari Partai Demokrat ini menyatakan target pertumbuhan ekonomi tujuh persen pada tahun 2014 agak konservatif.
"Sebetulnya saya agak konsevatif dibandingkan yang lain. Ada yang 8 persen, 9 persen bahkan 11-12 persen. Angka itu saya tetapkan karena adanya krisis ekonomi global," ungkapnya.
SBY tetap berkeyakinan targetnya tersebut akan tercapai karena mulai tahun depan kondisi ekonomi Indonesia dan dunia sudah mulai recovery.
"Kalau sudah recovery, maka selama empat tahun itu kita memelihara daya beli, investment kita galakkan dengan iklim yang bagus, ekspor menjadi andalan kita lagi, dan government spending makin besar karena penerimaan negara juga makin besar," ujarnya.
Jika itu semua, lanjut SBY, bisa dilakukan di seluruh Indonesia dan di seluruh sektor maka target tujuh persen tersebut bukanlah impian. "Saya yakin akan tercapai di 2014 dan angka itu bukan rata-rata selama lima tahun," papar SBY.
(epi/lih)











































