Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono ketika ditemui di Kampus LPPI, Kemang, Jakarta, Jumat (22/5/2009).
"Lembaga rating seperti Standard and Poor's, Fitch, dan Moody's itu mengatakan outlook kita tetap baik, beberapa negara di regional kita sudah dibuat negatif outlook-nya, seperti Thailand. Indonesia bertahan dalam situasi yang cukup berat seperti ini, artinya kepercayaan lembaga rating cukup baik," urainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin saat Pileg berjalan lancar diapresiasi banyak orang, meningkatkan kegiatan ekonomi dan confidence pada pasar Indonesia. Pilpres saya kira juga akan menambah sentimen positif," ujarnya
Semua faktor positif ini, dikatakan Hartadi, akan mempengaruhi penguatan nilai tukar rupiah. Namun, mengenai penguatan rupiah akhir-akhir ini, Hartadi mengatakan alasan utamanya adalah kondisi ekonomi global yang memperlihatkan tanda-tanda awal pemulihan usai krisis.
"Alasan utamanya adalah kondisi global yang sudah ada tanda-tanda early recovery. Termasuk di AS sekalipun kalau kita lihat hasil stress test lembaga keuangan tidak seburuk dari yang kita ekspektasi sebelumnya," katanya.
Faktor ini dikatakan Hartadi akan meningkatkan kepercayaan investor untuk mulau masuk ke Indonesia, apalagi perekonomian Indonesia saat ini positif dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi negara-negara di regional ASEAN yang prospeknya mengalami pertumbuhan negatif.
(dnl/qom)











































