Seperti yang terjadi hari ini, jawaban yang diperoleh KPPU dari Pertamina EP Matindok yang dipanggil hari ini sama seperti sebelumnya. Menurut Direktur Komunikasi KPPU Ahmad Junaidi, pihak Pertamina EP Matindok sebagai pelaksana kegiatan produksi pengeboran di lapangan Matindok tidak mengetahui proses beauty contest tersebut.
"Mereka mengakui tidak mengetahui beauty contest karena yang involve langsung adalah PT Pertamina Persero dan mereka hanya di proyek upstream. Jadi tender mereka tidak tahu," ujar Junaidi kepada wartawan di Gedung KPPU, Jalan Juanda, Jakarta, Kamis (22/5/2009).
Junaidi menjelaskan pihaknya telah mengajukan 31 pertanyaan kepada Pertamina EP Matindok. Namun karena Pertamina EP Matindok tidak ikut serta dalam proses beauty contest maka KPPU meminta data-data terkait proyek yang saat ini sedang berjalan.
"Soal harga mereka juga tidak tahu," tandasnya.
Dalam pemanggilan tersebut, pihak Pertamina EP Mantindok diwakili GM proyek pengembanagan gas Pertamina EP Mantindok Indra Kusuma, Engenering Superintendent Yudha AD, Project Control Sri Inayati, Project Leader Sarah M, dan dari biro hukum Jarod DP.
Sementara itu, Indra Kusuma menyatakan fokus pertanyaan KPPU yaitu seputar pemilihan partner dan harga yang dipakai Mitsubishi Corp untuk menjegal PT LNG Energi Utama. Ia mengaku tidak mengetahui terkait dua hal tersebut karena mereka fokus pada pengembang gas dari lapangan tersebut. "Kami bergerak pada penjualan gas bukan LNG. Lagipula kami juga bergerak di upstream," tandasnya.
(epi/lih)











































