Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono mengatakan, penurunan laju inflasi ini terjadi karena pada bulan Juni 2008 laju inflasi sangat tinggi akibat kenaikan BBM yang dilakukan pemerintah. Sementara di tahun ini, laju inflasi sangat rendah karena penurunan harga komoditas dunia yang terjadi akibat krisis ekonomi global.
"Harga komoditi memang masih turun, kalaupun naik baru akhir-akhir ini, khususnya minyak. Di dalam negeri komponen pembentuk inflasi masih cukup, kemarin dibantu panen sehingga membuat inflasi tetap sesuai arahan yang kita perkirakan yakni masih menurun, Juni saya perkirakan akan langsung drop ke 5%," tuturnya ketika ditemui di Kampus LPPI, Kemang, Jakarta, Jumat (22/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat kalau tekanan terhadap inflasi masih sesuai dengan perkiraan, range di sekitar 5% masih bisa tercapai," ujarnya.
Inflasi yang rendah ini juga membuat BI bisa lebih melonggarkan kebijakan moneternya seperti penurunan kembali BI Rate. "Kalau inflasi masih menunjukkan range seperti ini, berarti monetary policy masih bisa akomodatif, untuk menunjang kegiatan ekonomi," tukasnya.
(dnl/lih)











































