Pertamina Ekspor Avtur ke Singapura US$ 65 per Barel

Pertamina Ekspor Avtur ke Singapura US$ 65 per Barel

- detikFinance
Jumat, 22 Mei 2009 14:51 WIB
Pertamina Ekspor Avtur ke Singapura US$ 65 per Barel
Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan mulai mengekspor avtur ke Singapura pada awal Juni 2009 dengan besaran 150-200 ribu barel per bulan. Harga yang disepakati skeitar US$ 65 per barel.

Menurut VP communication PT Pertamina (Persero) Basuki Trikora Putra, pihaknyaΒ  optimistis ekspor avtur ini bisa dilakukan secara berkelanjutan.
Β 
"Ini merupakan ekspor avtur perdana," ungkap Basuki kepada wartawan di Hongkong Cafe, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (22/5/2009).
Β 
Menurut Basuki, ekspor ini dilakukan karena kemampuan kilang menghasilkan Avtur 1,6 juta barel dan program konversi minyak tanah ke elpiji yang menyebabkan terdapat kelebihan 200-300 ribu barel minyak tanah yang kemudian diubah menjadi avtur.
Β 
"Kami telah mendapatkan izin dari Dirjen Migas. Sedangkan izin dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri Depdag sedang proses," jelasnya.
Β 
Basuki menegaskan pihaknya tetap mengutamakan kebutuhan avtur dalam negeri. Menurut dia, pasar domestik tetap menjadi pasar yang besar dan bisa memberikan keuntungan bagus kepada Pertamina. "Jadi kita prioritas ke dalam negeri," tandasnya.
Β 
Untuk harga, lanjut Basuki, sesuai dengan harga avtur internasional.Β  Basuki juga enggan mengungkapkan siapa pembeli asal Singapura itu. "Ini etika bisnis jadi kita tidak bisa bilang. Harganya B to B, sekitar US$ 65 per barel pada saat terjadi transaksi," tambahnya.Β 
Β 
Terkait izin ekspor dari Dirjen Migas yang diberikan hanya untuk tiga bulan, menurutΒ  Basuki izin tersebut bukanlah izin yang permanen.
Β 
"Domain izin dari pemerintah kalau tiga bulan kita lakukan itu. Izin tersebut tidak permanen, kalau ada ekses produk tentunya bulan-bulan nanti kami bisa minta perpanjangan izin. Begitupun dengan volumenya juga bisa berubah," pungkasnya.
Β 
Avtur yang diekspor tersebut, lanjut basuki, akan berasal dari kilang Dumai, Plaju, Cilacap dan Balikpapan. "Tapi kalau Dumai yang punya ekses lebih, kami lebih prefer dari sana, karena lokasinya yang lebih dekat dari Singapura," jelasnya.
Β 
penjualan ekspor tersebut, imbuh basuki,dilakukan melalui anak usaha Pertamina yaitu Petral.
Β 
"Penjualan ekspor kita melalui Petral." tandasnya.Β 
Β 
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Evita Legowo menyatakan pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi ekspor Avtur yang akan dilakukan PT Pertamina (Persero). Pertamina dberi izin ekspor selama tiga bulan.
Β 
Evita menjelaskan ekspor Avtur tersebut dilakukan karena adanya kelebihan produksi minyak tanah sebagai dampak positif dari program konversi minyak ke gas.Β 
Β 
"Mereka merubah kerosin menjadi avtur karena spesifikasinya mirip," jelas Evita, Selasa (19/5/2009).

(epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads