"Itu sudah mendekati Rp 2.000 triliun, padahal modal negara akumulasi hanya Rp 485,6 triliun secara nilai buku. Jadi siapa bilang BUMN itu jadi beban negara," kata Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (22/5/2009).
Ia mengatakan, jumlah aktiva lancar dari total aktiva tersebut mencapai Rp 1.214 triliun, sementara yang tidak lancar Rp 665 triliun dan lain-lain sebanyak Rp 85 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Said menambahkan, setoran BUMN kepada pemerintah tiap tahun diperkirakan mencapai Rp 240 triliun. Angka tersebut didapat dari berbagai setoran BUMN, mulai dari pajak, dividen dan lain-lain.
"Dari modal kepemilikan pemerintah yang hanya Rp 485,6 triliun, BUMN bisa menyumbang sekitar Rp 240 triliun. Dalam 2 tahun saja sudah bisa balik modal," ujarnya.
(ang/qom)











































