Pertanyaan itu dilontarkan Ketua Himpunan Pengusaha Mudah Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa dalam Dialog Kadin dengan Capres di Hotel Sangri-la, Jakarta, Jumat (22/5/2009). Lalu bagaimana jawaban Megawati?
Megawati memulai jawabannya dengan menjelaskan bahwa sesama manusia harus saling arif dalam berusaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, pengusaha yang lebih besar seharusnya bisa memberi jalan dan membuka akses bagi pengusaha yang lebih kecil atau usaha mikro.
"Seperti contoh di Brebes, petani bawang di sana kalau panen justru rugi karena hasil panennya dijual dengan harga murah. Karena tidak dapat info dari pengusaha. Begitu juga petani kol di Berastagi, juga mengalami hal demikian," katanya.
Selain itu, ia juga menilai Indonesia masih lemah dalam negosiasi kontrak, terutama dalam pengembangan sektor sumber daya alam.
"Masalah kontrak juga kita lemah. Kita ternyata bangsa yang sangat santun. Saya waktu suruh baca kontrak marah sendiri, kenapa dikasihkan. Saya sudah ke Freeport, digalilah perut bumi. Tapi rakyat Irian saya banyak yang tidak berpakaian. Memang budaya mereka, harus dihargai. Tapi dari itung-itungan kok negara kita rugi ya?" katanya.
(lih/qom)











































