Β
Hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (22/5/2009).
Β
"BUMN kita seperti Pindad dan KS (PT Krakatau Steel) itu punya teknologi yang baik. Bank BUMN juga punya dana untuk pembiayaan," katanya.
Β
Ia mengatakan, proses pengadaan tersebut masih terhambat masalah penjaminan pemerintah karena Bank BUMN tidak bisa memberikan pinjaman tanpa jaminan. Hal ini sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.
Β
Ia juga mengatakan, selama ini pihaknya sudah banyak melakukan pembicaraan dengan Departemen Pertahan mengenai pengadaan alutsista itu. Tapi tetap saja jaminan tersebut tidak dimasukan ke dalam APBN.
Β
"Tapi kalau produk asing pasti langsung dijaminkan dalam APBN. Padahal, pembelian alat dalam negeri selain murah harganya, kualitasnya tidak kalah," imbuhnya.
Β
Ia juga mengaku, Krakatau Steel dan Pindad sudah membangun tank yang harganya hanya setengah dari harga yang ditawarkan pihak asing.
(ang/lih)











































