SBY Pilih Realistis Soal Pertumbuhan Ekonomi 7%

SBY Pilih Realistis Soal Pertumbuhan Ekonomi 7%

- detikFinance
Minggu, 24 Mei 2009 14:30 WIB
SBY Pilih Realistis Soal Pertumbuhan Ekonomi 7%
Denpasar - Dalam dialog dengan Kadin, masing-masing capres melontarkan target pertumbuhan ekonomi di tahun-tahun kedepan. Dari semua capres, target pertumbuhan ekonomi versi Susilo Bambang Yudhoyono adalah paling rendah.

SBY menargetkan pertumbuhan ekonomi 7% hingga 2014. Sementara capres Jusuf Kalla menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% di tahun 2011. Capres Megawati Soekarnoputri paling optimistis karena menetapkan target pertumbuhan ekonomi hingga dua digit dalam kurun lima tahun ke depan.

Sebagai catatan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2008 mencapai 6,1%. Sementara pada triwulan I-2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia melemah 4,4% secara year on year. Indonesia menjadi dua negara ASEAN yang masih mencatat pertumbuhan ekonomi positif selama triwulan I, selain Vietnam. Singapura bahkan mencatat pertumbuhan ekonomi minus 10,1%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa alasan SBY memasang pertumbuhan ekonomi yang tidak terlalu tinggi? SBY mengaku dirinya bersikap realistis di tengah kondisi perekonomian global yang sedang mengalami krisis ini.

"Begini, kita harus realistis. Dunia ini mengalami krisis. Di negara mana pun perkembangannya negatif. Kita Alhamdulillah tidak negatif. Tetapi dua tahun ini
ekonomi masih sulit. Jangan memberikan angin surga," ujar SBY di Pasar Sukowati, Bali, Minggu (24/5/2009).

SBY pun menjelaskan, berdasarkan pengalamannya memimpin negara selama hampir 5 tahun, meningkatkan pertumbuhan ekonomi tidak lah mudah.

"Saya punya pengalaman tidak mudahnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Lima persen saja tidak mudah. Alhamdulillah 4,5 tahun terakhir kita masuk ke 6 persen. Kalau tidak mengalami krisis global dunia, mestinya tahun ini 7 persen. Karena ada krisis kita tata kembali," imbuhnya.

Ia kembali menegaskan, jika nanti dirinya terpilih menjadi presiden, target pertumbuhan ekonomi 7% bisa tercapai kembali di akhir 2014. Itupun yang dikejar bukan hanya pertumbuhan ekonomi semata.

"Kalau mengejar pertumbuhan, mungkin bisa 8-9 persen, tetapi kemiskinan tidak akan berkurang banyak. Pengangguran tidak akan berkurang. Rakyat kecil bisa terlupakan. Yang untung barangkali kelompok menengah ke atas," tegasnya.

"Tidak boleh pembangunan hanya mengejar pertumbuhan. Seperti pengalaman di waktu lalu harus ada keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan sehingga rakyat kecil mendapat keuntungan dari pertumbuhan ekonomi kita," pungkas SBY.

(anw/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads