Harga Keekonomian Capai Rp 4.900, BBM Belum Perlu Naik

Harga Keekonomian Capai Rp 4.900, BBM Belum Perlu Naik

- detikFinance
Senin, 25 Mei 2009 10:40 WIB
Harga Keekonomian Capai Rp 4.900, BBM Belum Perlu Naik
Jakarta - Harga minyak mentah dunia yang kembali menembus US$ 60 per barel membuat harga BBM keekonomian mencapai sekitar Rp 4.900 per liter. Namun APBN dinilai masih aman sehingga pemerintah belum perlu menaikkan harga BBM.

Menurut pengamat perminyakan Kurtubi, penguatan nilai tukar rupiah membantu meredam dampak kenaikan harga minyak akhir-akhir ini.

"Rupiah yang menguat mendorong biaya pokok BBM lebih murah karena untuk impor minyak mentah dan BBM dari luar membutuhkan rupiah yang lebih sedikit," katanya ketika dihubungi detikFinance, Senin (25/5/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan asumsi harga minyak US$ 60 per barel dan rupiah sekitar Rp 10.200 per US$, harga keekonomian BBM mencapai Rp 4.900 per liter. Harga ini sudah termasuk marjin Pertamina, pajak pertambahan nilai dan pajak BBM sebesar 5%.

"Memang pemerintah masih mensubsidi Rp 400 per liter. Tapi sampai akhir tahun subsidinya tidak mencapai Rp 50 triliun, jadi tidak memberatkan APBN. Apalagi sebelumnya pemerintah juga sudah mengantongi kelebihan subsidi BBM pada sejak Desember, Januari," tambahnya.

Jika mempertimbangkan kelebihan subsidi yang sebelumnya diperoleh pemerintah, Kurtubi bahkan memperkirakan APBN 2009 masih bisa bertahan meski harga minyak terus naik sampai US$ 70 per barel.

"Jika harga minyak US$ 70 per barel dan rupiahnya seperti sekarang, harga keekonomian BBM sekitar Rp 5.900 per barel. Memang akan butuh dana tambahan, tapi itu tidak sebanding dengan dampaknya. Dengan harga BBM yang lebih murah, daya beli masyarakat bisa dipertahankan," katanya.

Harga BBM yang murah memang bisa menjaga kemampuan daya beli masyarakat. Daya konsumsi masyarakat inilah yang kemudian menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia menghadapi krisis.
(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads