Direktur Operasi BP Migas, Ahmad Lutfi menjelaskan dari 46 KKKS yang
berproduksi di Indonesia, hanya 17 KKKS yang berproduksi lebih dari 8.000 BPH.
"Memang yang tertinggi masih di Chevron Sumatera Tengah itu 364.800 bph. Tahun lalu reliasasinya 408 ribu bph karena decline alamiahnya cukup tinggi, maka untuk 2010-nya proyeksi 364.800 bph," ujar Lutfi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2009)
Untuk penyumbang lifting minyak terbesar kedua dalam RAPBN 2009, lanjut Lutfi, yaitu Pertamina dengan proyeksi produksi sebesar 131.800 bph.
"Posisi kedua Pertamina dan mitranya 131.800 bph dan yang lainnya kurang dari 100 ribu bph. Yang terkecil berpoduksi hanya 11 bph," paparnya.
Lutfi menjelaskan, untuk mencapai target lifting gas dalam RAPBN 2010 sebesar 7.658 BBTU per hari. Inpex diharapkan menjadi kontributor terbesar yaitu 1.130 BBTU perhari
"Terbesar memang masih diproduksi dari Inpex Corporation 1,130 mmbtu. Yang kedua diduduki Total dan yang ketiga Pertamina. Produksi terkecil hanya 2 mmscfd," ungkap Lutfi.
Berdasarkan realisasi produksi hingga akhir bulan lalu, Lutfi optimis target produksi dalam RAPBN 2010 tersebut bisa tercapai. "Kami optimis bisa mencapai target karena berdasarkan realisasi produksi sampai rata-rata akhir bulan lalu hanya kurang tiga persen dari target yang ditetapkan dalam APBN 2009," ungkapnya.
Berikut data BP Migas atas 17 KKKS yang produksi minyaknya mencapai target:
- Santos (Oyong) realisasi produksi hingga April 2009 4.011 barel per hari dari target 1.950 bph atau 205.69 persen.
- Citic Seram Energy Ltd realisasi produksi hingga April 2009 2.637 barel per hari dari target dalam APBN 1.550 bph atau 170,12 persen.
- Chevron Indonesia Co realisasi produksi hingga April 2009 33.707 bph dari target 22.500 bph atau 149,81 persen.
- Kodeco Energy realisasi produksi hingga April 2009 13.851 bph dari target 9.340 bph atau 148,3 persen
- JOB PN-costa Int Group realisasi produksi hingga April 2009 58 barel per hari dari target 40 bph atau 144.35 persen.
- Petrochina Internasional Bermuda realisasi produksi hingga April 2009 8.099 barel per hari dari target 6.000 bph atau 134,99 persen.
- Vico Indonesia realisasi produksi hingga April 2009 17.940 barel per hari dari target 13.500 bph atau 132.89 persen
- Conocophilips Indonesia (Natuna) realisasi produksi hingga April 2009 66.299 barel per hari dari target 53.040 bph atau 125 persen.
- ExxonMobil Oil realisasi produksi hingga April 2009 6.193 bph dari target 5.280 bph atau 117,29 persen.
- JOB PN-Talisman OK realisasi produksi hingga April 2009 3.819 barel per hari dari target 3.680 bph atau 103,78 persen.
- Medco E&P Indonesia realisasi produksi hingga April 2009 30.526 bph dari target 28.020 bph atau 108,94 persen.
- Total E&P Indonesia realisasi produksi hingga April 2009 98.673 bph dari target 92.420 bph atau 106,77 persen.
- Medco E&P Kalimantan produksi hingga April 2009 1900 bph dari target 1.800 bph atau 105.54 persen.
- Chevron Pasific Indonesia realisasi produksi hingga April 2009 391.890 bph dari target 380.330 bph atau 105,54 persen.
- CNOOC SEES realisasi produksi hingga April 2009 44.432 bph dari target 43.950 bph atau 101,1 persen.
- Medco (Tiaka) Tomori realisasi produksi hingga april 2009 2.403 barel per hari dari target 2.400 bph atau 100,11 persen.
- PetroChina Bangko realisasi produksi hingga April 2009 221 barel per hari dari target 220 bph atau 100,32 persen.










































