Hal ini dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (25/5/2009).
"Sekarang tidak untung. Kalau harga turun terus, tidak usah ekspor," ujarnya.
Namun berapa penurunan harga beras di luar negeri, Bayu tidak mengetahui persis. Yang pasti, dengan penurunan harga ini, ada kemungkinan ekspor beras waktunya diperpanjang dari sebelumnya sampai Juni 2009
"Karena pertimbangan harga ternyata belum bisa direalisasi (ekspor), jadi untuk kemudian kita lihat harga di dalam negeri masih bagus, tidak ada tekanan harga, masalah pasokan stabilitas. Pasar yang di Cipinang masih bagus pasokannya. Jadi kita akan lihat untuk bisa diperpanjang sampai Agustus, tapi sekarang masih sampai Juni, kan masih sebulan lagi," paparnya.
Dengan penurunan harga beras internasional ini, kemungkinan jalan yang diambil pemerintah adalah ekspor beras organik yang telah disertifikasi bisa dilakukan kapanpun dan berapapun.
"Kalau sekarang masih berlaku ketentuan lama secara teknis ada 2 rekomendasi itu, pertama diperpanjang sampai Agustus kedua untuk beras organik dilepas karena jumlahnya kecil. Total Indonesia hanya 10 ribu ton/tahun karena memang sertifikasi organik berat, jadi terbatas yang bisa," ucapnya.
Untuk stok beras dalam negeri, Bayu menjelaskan saat ini masih aman dan harganya juga stabil meski masa panen besar sudah lewat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(dnl/qom)











































