Hal ini disampaikan Deputi Perencanaan BP Migas Ahmad Lutfi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2009)
"Flat karena kapasitas early production facilitiesnya hanya untuk 20.000 bph. Diharapkan berproduksi mulai Agustus tahun ini. Awalnya tentu tidak langsung 20.000 bph. Tapi di 2010 sudah 20.000 bph," ujar Lutfi.
Lutfi menjelaskan berdasarkan kontrak, fasilitas permanen produksi sudah selesai dibangun pada akhir tahun 2011. "Pada waktu itu rencananya early production di akhir 2008. Kalau tiga tahun, berarti di akhir 2011 baru ada fasilitas permanen produksi sehingga produksi 20 ribu sampai kuartal ketiga 2010," paparnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Refor Miner Institute, Pri Agung Rakhmanto menjelaskan pencapaian target produksi minyak sebesar 960 ribu bph dalam RAPBN 2010 tergantung pada progres blok Cepu.
"Khususnya masalah pembangunan fasilitas produksinya, baik yang early maupun yang full," ujar Pri Agung saat berbincang dengan detikFinance.
Menurut Pri Agung, jika seluruh fasilitas tersebut selesai dan Cepu bisa berproduksi sesuai rencana pada Agustus tahun ini maka target tersebut bisa tercapai.
"Katakanlah 10-15 ribu, target 2010 sebesar 960.000 bph ada harapan bisa dicapai karena di tahun 2010-nya produksi Cepu bisa meningkat lagi hingga 30-40 ribuan bph," katanya.
Namun jika produksi lapangan tersebut kembali molor, Pri Agung pesimis target produksi minyak dalam RAPBN 2010 bisa tercapai. "Tapi kalau molor lagi, ya berat. Mencapai 960.000 bph tahun ini saja belum tentu berhasil," jelasnya.
(epi/lih)











































