Hal ini disampaikan Wakil Direktur Utama PLN, Rudiantara usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2009).
"Kan dalam UU subsidi dinyatakan yang mengemban misi PSO itu harus mendapatkan margin atas subsidi yang dikelolanya dan selama ini margin yang dikelola PLN nol persen," ujar Rudiantara.
Meski belum menentukan berapa margin yang diharapkan PLN, lanjut Rudiantara, secara konsep margin itu memang harus ada.
"Gini saja Pertamina dapat, PT KAI dapat, masa PLN tidak dapat," kata Rudiantara.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar menjelaskan jika PLN mendapatkan margin maka Consolidate Interest Coverage Rasio (CICR) PLN bisa berada di atas dua persen.
"Dengan begitu kami bisa menerbitkan obligasi," jelasnya.
Fahmi juga belum mengetahui berapa margin yang diperlukan PLN untuk memelihara CICR PLN di atas dua persen. "Berapa margin yang harus dimiliki PLN agar CICRnya berada diatas dua, terus terang saya belum ada angkanya,"
Jika CICR-nya tidak diatas dua, Fahmi menyatakan para obligor tidak mau
membeli obligasi yang diterbitkan PLN.
"Kalau tidak sampai, ya si obligor tidak mau kasih," ungkap Fahmi.
(epi/lih)











































