"Apakah seorang Boediono bisa menyetir Yudhoyono? Saya tidak yakin. Tetap saja Yudhoyono yang akan mimpin nantinya," kata Direktur Eksekutif Indonesian Center for Responsive Politics Bara Hasibuan, Selasa (26/5/2009).
Hal diungkapkan Bara dalam diskusi bertema 'Boedionomics: Antara Neolib dan Ekonomi Kerakyatan' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tidak tepat kalau nanti yang dominan Boedionomics yang terjadi adalah Yudhoyonomics," katanya.
Dalam acara tersebut, pengamat ekonom Chatib Basri juga menilai SBY cukup berpengalaman memimpin negara selama 5 tahun belakangan. Beberapa indikator ekonomi pengangguran dan kemiskinan pun diklaim membaik.
"Unyuk kesejahteraan yang ingin dikejar adalah pertumbuhan ekonomi yang kuat supaya masyarakat bisa dapat kerja dan makan. Kemiskinan pun turun dari 2004 yang sekitar 16 persen menjadi 15,3 persen. Pertumbuhan ekonomi 2004 yang rata-rata 4,5 persen sekarang bisa jadi 6 persen. Tapi itu memang belum cukup, saya setuju dengan jargon, mari kita lanjutkan," katanya.
(nal/lih)










































