Sinar Mas Gerah dengan Tudingan LSM

Sinar Mas Gerah dengan Tudingan LSM

- detikFinance
Selasa, 26 Mei 2009 13:30 WIB
Sinar Mas Gerah dengan Tudingan LSM
Jakarta - Salah satu pelaku produsen industri minyak sawit lokal, Sinar Mas mengaku resah karena menjadi sasaran tembak LSM lingkungan hidup yang menuduh mereka menjadi biang keladi perusakan lingkungan dalam proses ekspansi perkebunan kelapa sawit.

Menurut Managing Director Sinar Mas Group Gandhi Sulistiyanto, data-data perusakan lingkungan hidup yang disebarkan LSM lingkungan hidup tersebut sama sekali tidak benar.

"Data yang mereka rilis semuanya tidak benar, foto yang mereka edarkan juga bukan foto di wilayah kita, itu kan namanya pembohongan publik dan pencemaran nama baik. Bagi kami sebagai perusahaan yang sudah go internasional sangat terganggu oleh ulah LSM itu. Secara legal kita sebetulnya bisa menuntut mereka karena mereka sudah melakukan pembohongan publik dan fitnah," ujarnya usai operasi pasar migor di Senen, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mencontohkan data-data atau dokumen yang disodorkan berupa foto-foto tentang pembakaran hutan oleh LSM tersebut. Padahal foto-foto tersebut  justru bukan berasal dari wilayah kerja Sinar Mas.

"Kami minta semua duduk dalam RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) kita mengadakan konfrensi internasional, kita mempelopori kita jadi sasaran tembak seolah kalau ada kerusakan ada perluasan lahan sawit ditujukan ke Sinar Mas  ini nggak fair padahal kita hanya sebagian dari seluruh Indonnesia," keluhnya.

Gandhi menambahkan proses finalisasi sertifikasi pengolahan industri  kelapa sawit yang ramah lingkungan atau RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) yang menjadi salah satu  syarat  ekspor ke pasar CPO internasional (Eropa) yang saat ini sedang diproses Sinar Mas  selalu terganjal oleh adanya tuduhan-tuduhan miring tersebut.
 
"Sertifikasi saat ini sudah dalam tahap final, tapi selalu diganggu LSM yang membuat data yang tidak sesuai dengan apa yang ada, data yang disampaikan tak benar," kilahnya.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads