Cetak biru sistem logistik nasional ini diharapkan bisa menjadi acuan pengelolaan sistem distribusi barang dan jasa di dalam negeri agar lebih efisien, efektif yang berdampak pada daya saing ekspor Indonesia di pasar internasional.
"Blue print-nya sedang dikerjakan, mudahan- mudahan bisa selesai sebelum Oktober (masa pemerintahan berakhir)," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu disela-sela acara peresmian fasilitas cranes baru di JICT Tanjung Priok, Rabu (27/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Marilah kita membenahi masalah yang dihadapi apa itu equipment maupun peraturan," katanya.
Ia mencontohkan pembenahan dalam cetak biru tersebut meliputi perbaikan layanan di tingkat pelabuhan ekspor impor. Terlebih lagi saat ini sudah diterapkannya sistem registrasi pelabuhan yang terintegrasi yaitu National Single Window (NSW).
"Ini menjadi pekerjaan rumah 1 sampai 2 tahun kedepan untuk berbenah diri," ujarnya.
(hen/qom)










































