Menurut Kepala Bappeda Tuban Heri Sisworo, MCL tidak bisa melaporkan perkembangan proyek secara rutin karena masih kesulitan membebaskan lahan yang diperlukan.
"Kami tidak bisa menerima jika Pemkab Tuban dikatakan menghambat produksi Blok Cepu, karena tidak memberi izin pemasangan pipa. Izin untuk MCL sudah kita keluarkan pada tahun 2007 lalu, tapi mereka sampai sekarang belum memulai proyek pipa," tegas Heri Sisworo kepada Detiksurabaya.com di kantor Bappeda Tuban, Jalan Kartini-Tuban, Rabu (27/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lain pihak, MCL terus didesak agar bisa merealisasikan produksi minyaknya sesuai yang dijanjikan, yaitu 20.000 per barel pada Desember 2008. Karena pipa penyalur belum tersedia, akhirnya MCL menebeng pipa milik JOB Pertamina PetroChina Est Java (PPEJ) untuk menyalurkan produksinya.
Teknisnya, MCL menggunakan truk tangki mengirim minyaknya ke sumur Mudi milik JOB PPEJ di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, kemudian baru disalurkan melalui pipa ke lepas pantai Tuban.
Humas MCL Feni Kurnia Indiharti yang dikonfirmasi masalah tersebut menyatakan belum bisa memberi keterangan terkait masalah ijin lokasi pipa MCL di Tuban tersebut.
"Masalah ini akan kita koordinasikan dulu kepada manajemen. Dalam satu dua hari ini saya upayakan sudah ada jawaban," kata Feni Kurnia Indiharti melalui telepon selulernya di Cepu, Kabupaten Blora.
(bdh/lih)










































