Negosiasi PLN dan BRI Harus Rampung Pekan Ini

Negosiasi PLN dan BRI Harus Rampung Pekan Ini

- detikFinance
Kamis, 28 Mei 2009 10:30 WIB
Negosiasi PLN dan BRI Harus Rampung Pekan Ini
Jakarta - Negosiasi antara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan konsorsium yang dipimpin PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) hingga kini masih terhambat masalah suku bunga pinjaman. Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengharapkan masalah tersebut bisa selesai pekan ini.
 
Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di sela Morning Coffee di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (28/5/2009).
 
"Kita akan kumpulkan semuanya hari ini (PLN dan BRI), supaya cari kesepakatan bersama dengan Departemen Keuangan juga. Jadi minggu ini sudah bisa beres," katanya.
 
Pinjaman tersebut terkait dengan rencana pendanaan pembangunan PLTU 2x100 mega watt (MW) yang merupakan bagian proyek 10.000 MW dengan total nilai Rp 2 triliun.
 
Konsorsium tersebut akan memberikan pinjaman dalam bentuk dolar AS senilai US$ 154,27 juta. Sedangkan pinjaman dalam rupiah sebesar Rp 595,1 miliar sedang dalam tahap kajian dengan PT Bank Mega Tbk.
 
"PLN kan minta JIBOR plus 1 persen, sedangkan BRI minta JIBOR plus 2 persen. Kalau dulu masih bisa, menurut perhitungan sekarang sudah tidak bisa," ujarnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto mengatakan, jika PLN tetap meminta JIBOR plus 1 persen maka akan menggangu kinerja bank yang bersangkutan.
 
"Nanti harus kita cari solusinya. Kalau tetap kayak dulu kan rugi buat bank-nya," jelasnya.

(ang/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads