Â
Menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, saat ini pihaknya sudah melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon direksi BUMN baru tersebut.
Â
"Sudah dilakukan fit and proper oleh tim pengarah, dan tokohnya juga sudah ada. Dari salah satu kementerian, untuk posisi kepala," katanya di sela-sela Morning Coffee di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (28/5/2009).
Menurutnya, hal itu sesuai dengan Draft RPP terakhir yang menyebutkan akan dibuat BUMN tersendiri untuk mengelola Suramadu, termasuk jembatan dan kawasan sekitarnya.
Ia mengatakan, keuntungan operasional secara komersial pengelolaan jembatan dan kawasan tersebut adalah jangka panjang.
Â
"Dalam jangka pendek tidak ada, namun untuk jangka panjang itu kan pembangunan infrastruktur. Jadi bagaimana kita bisa mengelola infrstruktur tersebut dalam cara paling optimum sehingga bisa bertahan ratusan tahun," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan demikian jembatan ini bisa dikelola secara profesional," ujarnya.
Ia menambahkan, BUMN tersebut diharapkan sudah bisa berdiri sebelum peresmian jembatan tersebut dilakukan di tanggal 10 Juni mendatang.
(ang/qom)











































